Kamis, 27 November 2008

GERAKAN HEMAT BBM UNTUK SEMUA

SUKSESKAN GERAKAN HEMAT BBM !!! 

>>> PIDATO PRESIDEN SBY <<<
 
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, penyelamatan APBN dengan cara menaikkan harga BMM adalah alternatif terakhir. Sebab, pemerintah saat ini terus menganalisa cara lain selain menaikkan BBM.

Hal itu ditegaskan Presiden dalam pidatonya di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta dalam acara Milad ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"APBN kita telah mengalami pukulan yang berat karena subsidi BBM, namun kita harus terus ikhtiar dan cari solusi. Solusi itu tidak harus cepat menaikkan BBM. Menaikkan BBM adalah cara terakhir apabila tidak ada cara lain," tegas Presiden, Minggu (4/5/2008).

Oleh karena itu, Presiden mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar terus melakukan GERAKAN HEMAT BBM. Dengan cara seperti itu, subsidi untuk BBM bisa ditekan sehingga dapat mengurangi beban APBN.

"Pembatasan energi, hemat BBM secara nasional agar terus berjalan dengan baik," harap Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengajak kepada golongan mampu agar dapat membantu terhadap golongan miskin. Hal itu dilakukan agar adanya pemerataan kesejahteraan antarmasyarakat Indonesia.

"Kepada seluruh rakyat Indonesia yang kuat bantulah yang lemah, yang kaya bantu yang miskin. Dengan demikian, jadi adil kehidupan ini kita ingin makmur bersama, marilah kerja dengan kesetiawakanan sosial yang tinggi," ajak Presiden.(ahm)
 
MAGELANG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menyerukan upaya penghemataan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Seruan ini salah satunya disebabkan semakin tingginya harga minyak dunia. 

"Kita ingin mengatasi pemborosan BBM, menggalakan penghematan dan kita ingin meningkatkan produksi," ujarnya dalam sambutan silaturahmi dengan para pekerja, perajin pahatan, dan penyerahan bantuan langsung masyarakat serta kredit usaha rakyat di pabrik Karoseri Mekar Armada Jaya, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/5/2008).

Saat ini, pemerintah sedang berusaha mengurangi ketergantungan pengguna BBM dari fosil, dengan mengembangkan BBM dari bahan lain seperi panas bumi dan tenaga hidro. Menurutnya, berbagai upaya penghematan harus ditempuh agar gonjang-ganjing kenaikan harga minyak dunia tidak semakin menyusahkan masyarakat. 

"Agar gonjang-ganjing dunia perminyakan ini tidak memukul habis kita, kita harus bersatu," jelasnya.
 
SBY menegaskan, pemerintah akan berusaha mengatasi dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap kondisi di dalam negeri. Menurutnya, semua pihak tidak tidak boleh putus asa, pesimis, kita terus mencari jalan keluar. 

"Oleh karena itu, kita harus bersatu, bahu membahu, pemerintah, pekerja, lembaga pendidikan, riset. mari kita lakukan itu, sehingga apapun yang terjadi di tingkat dunia, kita bisa atasinya," tukasnya.(Muhammad Slamet/Sindo/hri)

Tidak ada komentar: